Kepentingan Amerika di Asia tenggara
Jumat, 05 April 2013 ★ 19.57 │
Asia Tenggara muncul sebagai kawasan yang
sangat diperhatikan oleh Amerika Serikat dalam kebijakan luar negerinya.
Kecenderungan tersebut semakin terlihat ketika Perang Dingin. Perkembangan Asia
Tenggara dalam bidang ekonomi, teknologi dan militer yang pesat bukan
satu-satunya faktor yang menguatkan Amerika Serikat untuk menjadikan kawasan
ini sebagai prioritasnya. Diluar kepentingan-kepentingan tersebut ada hal yang
sangat politis yang menjadikan Asia Tenggara sebagai fokus perhatian Amerika
Serikat. Hubungan luar negeri dengan Asia Tenggara yang selama ini stabil,
tidak memberikan jaminan kemudahan bagi Amerika Serikat dalam mengejar
kepentingannya terhadap Asia Tenggara. Asia Tenggara tidak hanya memiliki arti
penting dalam ekonomi, jalur laut yang strategis semata bagi Amerika Serikat.
Lebih jauh, Kawasan ini adalah tempat dimana Amerika Serikat harus tetap
menjaga eksistensi powernya untuk mengimbangi pengaruh Cina sebagai new actor yang perlu diperhitungkan
kekuatannya.
Karakteristik
kawasan Asia Tenggara tersebut dianggap sangat potensial untuk berbagai
kepentingan AS. Dalam skala ekonomi Asia Tenggara merupakan bagian dari
perdagangan yang mempunyai volume tinggi dari Negara jepang, korea, Taiwan dan
Australia termasuk impor minyak Transit sea lanes communication Negara-negara
tersebut di Asia Tenggara. Sea lanes communication merupakan jalur komunikasi
yang luas untuk transportasi pelayaran. Sedangkan dalam skala militer, jalur
Asia Tenggara ini sangat penting untuk pergerakan Angkatan Bersenjata AS dari
wilayah Pasifik Barat ke Samudra Hindia dan Teluk Persia. Karena memiliki
jumlah penduduk yang sangat besar secara otomatis Asia Tenggara ini merupakan
pasar yang luas tidak hanya untuk produksi saja melainkan juga bagi Industri
jasa AS. Asia tenggara merupakan partner impor dan ekspornya AS, yaitu
merupakan partner perdagangan lima terbesar bagi interest AS. Meskipun pada
1997-1998 Asia Tenggara mengalami stagnasi ekonomi namun AS melihat bahwa Asia
Tenggara mampu terus bertahan dan
menyelesaikan kritis tersebut. AS meyakini bahwa Asia Tenggara ini merupakan
kawasan yang memiliki prospek jangka panjang untuk kepentingan ekonomi AS
kedepannya. Pada tahun 1993-1997 Asia Tenggara ini merupakan tujuan ekspor AS
yang cukup penting setelah Cina dan jepang. Pada saat kawasan asia tenggara
mengalami krisis financial ekspor AS ke asia tenggara menurun sekitar 20% namun
perdagangan ini kembali diperhitungkan
saat asia tenggara kembali bangkit dari krisis. Saat Asia Tenggara mengalami
krisi ekonomi tahun 1998 kemampuan Impor dari AS sangat terpengaruhi. Bahkan
pada tahun 2002 ekspor AS ke ASEAN
menurun menjadi 7% akibat krisis ekonomi tersebut. Meskipun kegiatan
impor dan ekspor AS dengan Negara-negara ASEAN mengalami penurunan pada tahun
1997-1999akibat krisis kawasan tersebut tetapi terjadi peningkatan kembali pada
tahun 2000-2001. Namun peristiwa pada saat 11 september 2001 pasca serangan
terhadap gedung WTC stabilitas roda perekonomian dunia kembali terganggu
sehingga kerjasama perdagangan mengalami penurunan kembali tahun 2002.
Selain kepentingan perdagangan, Asia tenggara juga merupakan
tempat utama untuk investasi luar negeri AS. Hal ini dapat kita nilai dari
tolak ukur investasi A kenegara-negara ASEAN yang sangat besar dibandingkan
dengan Negara investor lainnya. Akibat dari keberagamannya sector investasi
yang tersedia di ASEAN ini sangat meningkatkan signifikansi ekonomis kawasan
ini untuk AS.meskipun perkembangan investasi pada kawasan ini tertinggal
dibandingkan dengan kawasan Asia Timur tetapi kegiatan kerjasama ekonomi dengan
AS terus mengalami peningkatan. Salah satu sector investasi penting di Asia Tenggara
adalah sumber daya alam. Negara ASEAN merupakan kawasam dengan sumber energy
dan kekayaan alam yang sangat besar.
Secara garis besar ada dua kepentingan AS di kawasan Asia Tenggara.
- Pertama, kawasan ini membuka garis laut karena sebagian
besar perdagangan dunia melewati selat malaka. Letak Asia Tenggara yang sangat strategis membuat
sector perdagangan dan jasa berkembang sangat cepat bahkan tebesar di Asia
Tenggara. Singapura, Indonesia dan
Malaysia yang di lintasi oleh selat malaka merupakan jalur laut tersibuk di
dunia. Lebih dar 500.000 kapal pertahunnya transit di selat malaka, padahal
lebarnya selat malaka ini hanya 1,5 mil dengan kedalaman 19,8 meter. Seorang
atase komunikasi Indonesia yuri gunandi memperkirakan bahwa setiap hari ada
sekitar 10000 kapal masuk ke singapura yang melintasi selat malaka dan di
antaranya ada 4000 kapal dagang dari Indonesia. Kapal-kapal yang melintasi
selat Malaka ini merupakan 1/3 bagian dari perdagangan dunia. Berdasarkan
catatan Energy Information
Administration (EIA), minyak bumi yang dibawa kapal-kapal tanker via
selat malaka (2003) adalah 11 juta barel per hari. Letak Asia Tenggara yang
sangat strategis berdasarkan jalur ini, tentu saja menempatkan Asia Tenggara
sebagai kawasan yang sangat penting baik ekonomi maupun keamanan. Oleh karena
itu, AS memiliki kepentingan-kepentingan untuk akses bebas dan terbuka di jalur
di Asia Tenggara, baik untuk kepentingan ekonomi (proseprity) maupun militier (national security). Untuk mencapai hal tersebut, Singapura dapat
dijadikan batu lompatan oleh AS.
- Kedua, kawasan Asia Tenggara penting sebagai pos untuk pergerakan
militer AS Di Pasifik Barat dan Samudera Hindia. Selain itu pula, Kebijakan
melawan terorisme dan ekspansi komunisme juga dianggap penting. Saat ini yang
terlihat bahwa kebijakan AS di Asia Tenggara adalah untuk membendung eksistensi
pengaruh China yang berlebihan di Asia Tenggara yang dianggap membahayakan
hegemoni AS. Oleh karena itulah, Amerika Serikat sangat tertarik apabila diajak
kerjasama dan saling berhubungan erat dengan Negara-negara di Asia Tenggara.
OLDER POST | NEWER POST